POP KENANGAN Setiap Hari Pukul 14.00 - 15.30

RADIO DUTASWARA 102.1 FM SEMAKIN NGETOP AJA.

Goyang Kopi Dangdut Setiap Hari Pukul 10.00 - 12.00 Wib

RADIO DUTASWARA 102.1 FM SEMAKIN OKE AJA.

HOUSE MUSIC FULL SETIAP HARI PUKUL 06.00 - 08.00 WIB

DIPANCARKAN SECARA LUAS DARI Jln. Lintas Rawa Jitu, Kampung Suka Bakti Gunung Tiga Gedung Aji Baru. Tulang Bawang.

SERUNYA KARAOKE DI UDARA BERSAMA CREW DUTASWARA 102.1 FM SETIAP HARI MINGGU PUKUL 09.00 - 16.00 WIB

DIPANCARKAN SECARA LUAS DARI Jln. Lintas Rawa Jitu, Kampung Suka Bakti Gunung Tiga Gedung Aji Baru. Tulang Bawang.

pengen tau jadwal program siaran andalan RADIO DUTASWARA 102.1 FM klik aja disini

NYOK GABUNG BERSAMA KAMI POKOKNYA DIJAMIN MAKNYUSSSS...GOYANGNYA MAKIN YAHUDDDD.

Minggu, 30 Oktober 2016

contact us



DUTASWARA 102.1 FM STUDIO JALAN LINTAS RAWA JITU, KAMPUNG SUKA BAKTI GUNUNG TIGA GEDUNG AJI BARU TULANG BAWANG  

Spot Iklan Harga Paket

1.       Paket 1 bulan  terdiri dari 8 spot. @Rp.8.000 ,- x 8 = Rp.64.000,-/hari =Rp.1.920.000/bulan
2.       Paket 3 bulan  terdiri dari 8 spot.@Rp.6.000,- x 8 =Rp.48.000,-/hari=Rp.1.440.000,-/bulan
3.       Paket 6 bulan  terdiri dari 8 spot @Rp.5.000,- x 8 = Rp.40.000,-/hari=Rp.1.200.000,-/bulan
4.       Paket 12 bulan terdiri dari 8 spot @Rp.4.000,- x 8 =Rp.32.000,-/hari= Rp.960.000/bulan.

       IKLAN AD LIPS = Rp.20.000

Sponsor Program Khusus

·         Durasi 30 menit = Rp. 2.000.000,-/bulan
·         Durasi 45 menit = Rp. 3.000.000,-/bulan
·         Durasi 60 menit = Rp. 4.000.000,-/bulan. 

      keterangan lebih lanjut hubungi: 

LILIS Hp: 082307309679

MELIANA Hp:082343040792

FAISAL Hp: 085384518839

POP KENANGAN Setiap Hari pukul 14.00 - 15.30 Wib


Dutaswara info---Sobat dutaswara 102.1 FM mendengar nama music POP tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Pengertian POP sendiri berasal dari kata Populer yang bermakna  di gemari, disenangi masyarakat. Jadi  musik pop berarti musik yang lagi digemari dimasyarakat dalam kurun waktu tertentu.

Sayangnya jenis musik ini tidak tahan lama, mudah hilang dan berganti lagi dengan lagu lagu lain yang baru. Proses penciptaannya pun biasanya jarang menggunakan bentuk komposisi ( tertulis ), bentuk lagu, lirik , progresi chord, aransemen biasanya juga sederhana, mudah diingat dan sifatnya menghibur.

Sobat dutaswara 102.1 FM ada beberapa catatan mengenai cici cirri music pop beberapa di antaranya yakni melodi mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik, fleksibel dan mudah dipadukan dengan dengan jenis lain, lagu mudah disenandungkan dan mudah dipahami, harmoni tidak rumit, tempo bervariasi.

Musik Pop merupakan musik yang paling banyak memiliki peminat. Musik Pop memiliki ciri khas berupa musiknya yang easy listening dan memiliki lirik yang komersial.

Selain sederhana dalam lirik dan musik yang cenderung bertemakan hal-hal komersial, keistimewaan lain dalam musik Pop adalah penggunaan berbagai inovasi teknologi untuk menunjang musiknya.

Dalam perjalananya musik popular dunia mulai berkembang pesat sejak munculnya kelompok The “ Beatles “ dari Inggris sekitar tahun enempuluhan. Begitu juga dengan negara kita, begitu terpengaruh oleh kelompok ini sehingga bermunculan kelompok-kelompok musik seperti : koes bersaudara, dara puspita, the singer, atau dari penynyi solo seperti : ramhat kartolo, ernie johan, titik sandhora dll.

Kemudia era tahun 70 – an , muncul generasi seperti : D’Loyd, the mercys, Aka, Panbers, Fafourite Group, god bless, dll. Kemudian beranjak di era tahun 80-an  pada era ini bermunculan penyanyi—penyanyi seperti : Dian Pishsa, Betharia Sonata, Ebiet GAD, Iwan Fals, Dedy Dodes, Endang S Taurina dll.
Memasuki tahun 90- an musik popular banyak sekali ragamnya, jenis – jenis irama musik banyak sekali di padu / kolaborasi sehingga memunculkan style – style baru seperti pop dangdut, pop sunda, jazz pop, jazz rock, reggae dut, disco remix, pop kreatif dsb.
Memunculkan banyak group-group dan penyanyi terkenal di jaman ini seperti : Java Jive, Krakatau, Trio Libels, AB three, Java Jive, Tri Utami, Elfas Singer, dll.
Meliana
Juga perkembangan teknologi semakin pesat, ini juga mempengaruhi pada musik jaman ini. Untuk merekam kembali masa masa indah penuh kenangan dan masa ke emasan music pop Radio Dutaswara 102.1 FM menghadirkan tembang POP KENANGAN  dipandu oleh penyiar Meliana. Program  yang mulai siar pukul 14.00 – 15.30 akan membawa suasana penuh kenangan manis anda bersama orang orang tercinta. (dts)





Tarling Pasundan Bersama Penyiar Lilis setiap hari Jumat pukul 15.30 – 17.00 Wib

Dutaswara info—Jenis music yang satu ini memiliki daya magnet yang begitu kuat di kalangan penggemarnya. Komunitas pecinta aliran music ini banyak menyebar diipelosok tanah air. Karena diminati Radio Dutaswara 102.1 FM menghadirkan program  music special Tarling Pasundan bersama penyiar Lilis setiap hari Jumat pukul 15.30 – 17.00 Wib.  Untuk lebh mengenal dekat jenis music Tarling berikut sekilas sejarah munculnya kesenian music Tarling.
Tarling adalah salah satu jenis musik yang populer di wilayah pesisir pantai utara (pantura) Jawa Barat, terutama wilayah Indramayu dan Cirebon. Nama tarling diidentikkan dengan nama instrumen itar (gitar) dan suling (seruling) serta istilah Yen wis mlatar gage eling (Andai banyak berdosa segera bertaubat).
Asal-usul tarling mulai muncul sekitar tahun 1931 di Desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.[butuh rujukan] Alunan gitar dan suling bambu yang menyajikan musik Dermayonan dan Cerbonan itu pun mulai mewabah sekitar dekade 1930-an.
Kala itu, anak-anak muda di berbagai pelosok desa di Indramayu dan Cirebon, menerimanya sebagai suatu gaya hidup. Trend yang disukai dan populer, di jondol atau ranggon* anak muda suka memainkannya, seni musik ini mulai digandrungi.
Pada 1935, alunan musik tarling juga dilengkapi dengan kotak sabun yang berfungsi sebagai kendang, dan kendi sebagai gong. Kemudian pada 1936, alunan tarling dilengkapi dengan alat musik lain berupa baskom dan ketipung kecil yang berfungsi sebagai perkusi.
Lilis
Namun yang pasti, nama tarling saat itu belum digunakan sebagai jenis aliran musik. Saat itu nama yang digunakan untuk menyebut jenis musik ini adalah Melodi Kota Ayuuntuk wilayah Indramayu dan Melodi Kota Udang untuk wilayah Cirebon. Dan nama tarling baru diresmikan saat RRI sering menyiarkan jenis musik ini dan oleh Badan Pemerintah Harian (saat ini DPRD) pada tanggal 17 Agustus 1962 meresmikan nama Tarling sebagai nama resmi jenis musiknya.
Tapi satu hal yang pasti, seni tarling saat ini meskipun telah hampir punah. Namun, tarling selamanya tidak akan bisa dipisahkan dari sejarah masyarakat pesisir pantura. Dikarenakan tarling adalah jiwa mereka, dengan ikut sawer keatas panggung atau sekedar melihatnya, dan mendengarnya seolah mampu menghilangkan beratnya beban hidup yang menghimpit. Lirik lagu maupun kisah yang diceritakan di dalamnya, juga mampu memberikan pesan moral yang mencerahkan dan menghibur. (disarikan dari berbagai sumber)



SONETA BERGEMA Setiap Jumat Pukul 14.00 - 15.30 Wib


Dutaswara info—Sebagai persembahan bagi Soneta Grup Radio Dutaswara 102.1 FM mempersembahkan program SONETA BERGEMA setiap hari Jumat Pukul 14.00 Wib – 15.30 Wib. Program yang dipandu rekan penyiar Meliana dikemas khusus  untuk memenuhi permintaan penggemar Soneta Grup yang ada di Provini Lampung. Berikut sedikit sejarah perjalanan pembentukan Soneta Grup.

Adalah seorang Irama, putra dari seorang tokoh pejuang Nasional Raden Burdah Anggrawirya dan pasangan Tuti Juariah yang dilahirkan di Tasikmalaya pada tanggal 11 Desember 1947. Irama tumbuh dalam keluarga yang mencintai kesenian. Dari keluarga inilah Irama mendapatkan bakat seni yang kelak menjadikannya sebagai superstar musik dangdut dengan menyandang nama Rhoma Irama dan Soneta Group.

Irama (kemudian memakai nama Oma Irama) mengawali karirnya sebagai penyanyi lagu-lagu pop baik Pop dengan bahasa Sunda maupun Pop berbahasa Indonesia. Sepanjang karir didunia Pop tersebut ia terlibat bergabung dengan beberapa Group Band seperti D’Galaxi, Gayhand, Tornado, dll.

Kesuksesan sebagai seorang penyanyi belum berhasil diraih Oma Irama meskipun dengan group-group tersebut ia talah mengeluarkan beberapa album Piringan Hitam. Meskipun begitu pada tahun 1972 Oma Irama berhasil mendapat predikat juara pertama dalam ajang Festival Penyanyi se Asia (Asian Pop Singer Festival) yang diselenggaraakan di Singapura dengan membawakan lagu I would have Nothing milik Tom Jones.

Setelah berkecimpung dengan group band, Oma Irama terjun menjadi penyanyi dari musik irama melayu yang pada akhirnya mendamparkan Oma Irama pada group orkes melayu Chandraleka, El Sitara, Chandralela hingga OM Purnama. Orkes Melayu saat itu cenderung terpengaruh besar dari musik melayu Malaysia dan musik India. Untuk Malaysia P. Ramlee adalah salah satu idiom yang diikuti, sedangkan dari India adalah M. Ravi dan Latta Mangeshkar. Kesamaan ini bisa didengar pada musik dan lagu-lagu Oma Irama pada debut awalnya bernyanyi bersama Ellya Khadam seperti pada Album In dan Dip, Tukang Ramal, Jenggo dan lainnya.

Kesempatan bermain musik di dua kutub yang berbeda itu secara tidak langsung semakin mengasah kemampuan Oma Irama yang memang sejatinya sudah diberikan bakat dibidang seni oleh Allah SWT. Dari pengalaman-pengalaman tersebut Oma Irama merasa tidak nyaman bila harus terus menjadi penyanyi lepas dari beberapa group orkes melayu. Berbekal ilmu yang telah digamitnya sejak bergabung dengan group band maupun melayu ia membentuk group musik sendiri dengan nama SONETA. Meskipun belum memiliki personil tetap Oma Irama tetap memakai Soneta dalam album rekamannya dengan memakai bantuan beberapa personil OM Purnama sebagai pemusik di album tersebut.

Awal sejarah bergulir.

Soneta mulai dikenal dan rutin mengeluarkan album rekaman dengan mengikutsertakan Elvy Sukaesih, penyanyi yang telah dikenal Oma Irama sejak bernaung dengan OM Purnama, pimpinan Awab Haris yang lebih dikenal sebagai Awab Purnama.

Duet Oma Irama dan Elvy Sukaesih sontak menggegerkan dunia musik melayu dengan lagu-lagu hitnya. Dengan kesuksesan tersebut Oma Irama merasa perlu untuk membentuk group permanent dengan personil tetap. Mulailah Oma bergerilya mencari pemain musik yang akan ditempanya untuk membesarkan Soneta. Nasir, Hadi, Herman, Kadir, Ayub, Riswan dan wempy adalah orang-orang yang dipilih oleh Oma untuk bergabung bersama Soneta. Oma membuat cetak biru musik Soneta yang akan berbeda dengan warna musik orkes melayu lainnya. Sebuah keberanian ditampilkan Oma tanpa sedikitpun rasa takut dengan penampilan group orkes melayu yang sudah terkenal, termasuk OM Purnama sendiri.

Dibawah bendera Remaco Soneta mengeluarkan beberapa album yang semakin melejitkan nama Oma Irama, Elvy Sukaesih dan OM Soneta. Tawaran show dari berbagai kota di Tanah Air memenuhi jadwal Soneta. Hampir semua lagu yang dibawakan Soneta menjadi hit, mandul, cinta abadi, mawar merah, pelangi, dangdut, adalah contoh beberapa lagu hit Soneta yang hingga hari ini masih menjadi hit.

Tahun 1975 Oma Irama membuat gempar dengan keluar dari bendera Remaco dan bergabung dengan Yukawi. Sebuah keputusan berani mengingat saat itu Remaco adalah perusahaan rekaman musik terbesar di Indonesia dengan barisan griup dan penyanyi top seperti Koes Plus, Bimbo, Favourites, Eddy Silitonga dan banyak lagi artis-artis top lainnya.

Dibawah Yukawi, Soneta merilis album perdana dengan judul Begadang. Dan selanjutnya berturut-turut ditahun yang sama merilis Volume 2 (Pensaran) dan Volume 3 (Rupiah). Hengkangnya Oma Irama dan Soneta ke Yukawi menimbulkan sengketa besar. Masing-masing pihak merasa berhak atas kontrak dengan Oma Irama dan Soneta. Sengketa ini kelak sampai menuju meja hijau dan perseteruan tetap berlanjut hingga tahun 1979 saat Soneta merilis album Volume 9 (Begadang 2).

Desember 1975 Oma Irama pegi menunaikan ibadah haji. Sebuah kegiatan spiritual yang saat itu sepertinya tabu dilakukan oleh seorang pemusik ataupun penyanyi. Betapa tidak, dunia musik saat itu, dimanapun adanya, dipenuhi oleh pengaruh obat terlarang, minuman keras, ganja, sex bebas dan hal-hal kegiatan hura-hura lainnya.

Begitupun dengan Soneta, harus diakui, semua personil Soneta saat itu adalah pecandu minuman keras dan ganja. Seorang personil pernah bercerita bahwa Soneta pernah tampil di Tanjung Priok dengan bayaran sebaskom (wadah untuk menampung air) ganja. Soneta tidak mau tampil bila tidak ada bir yang disediakan oleh panitia. Begitupun saat rekaman, barang dan minuman haram itu kerap ikut hadir di studio. Bahkan lagu Nusa Indah konon terinspirasi dari kerinduan akan daun ganja (wallahu alam).

Kepergian Oma ke tanah suci membawa angin segar bagi Soneta untuk melangkah kearah yang lebih baik. Oma mengharamkan barang-barang terlarang tersebut bagi dirinya dan semua personil Soneta.Keputusan yang sangat mengagetkan semua personil. Penampilanpun berubah. Oma memangkas rambut gondrongnya dengan tetap menyisakan jenggot dan cambangnya, penampilan dipanggungpun berubah dengan mengunakan jubah/gamis dan surban. Penampilan Oma ini pernah dikritisi ulama karena merasa Oma melecehkan pakaian yang biasa digunakan seorang imam dan khotib di masjid untuk bernyanyi dan berjoget diatas panggung bersama biduan wanita yang tetap memakai kostum ketat yang menonjolkan lekuk tubuh.

Ditahun ini pula kebersamaan duet Oma dan elvy harus berakhir. Elvy keluar dari Soneta karena ada ketidakcocokan dengan prinsip yang ditetapkan oleh Oma Irama. Sebagai pengganti Elvy, Oma memilih Rita Sugiarto, seorang penyanyi Pop dari Semarang. Bersama Rita Soneta merilis album Soneta Volume 4 (darah Muda), Volume 5 (Musik) dan selanjutnya Volume 6 ( 135 juta). Sesuai ikrarnya untuk menjadikan Soneta sebagai The Sound of Moeslem, Oma, yang kemudian merubah namanya menjadi Rhoma Irama mulai menyelipkan lagu-lagu bermuatan dakwah seperti lagu Kematian (Volume 4), Lapar dan Nyanyian Setan (Volume 5) dan Lidah dan Pemarah (Volume 6).

Tahun 1976 Rhoma harus merelakan Kadir dan Herman keluar dari Soneta. Ketegasan Rhoma akan prinsip untuk meninggalkan minuman keras dan narkoba bagi seluruh personil Soneta tampaknya belum bisa diterima sepenuhnya oleh Herman dan Kadir. Secara sembunyi-sembunyi keduanya masih sering mengkonsumsi minuman keras tersebut. Mereka keluar pada saat Soneta show di Jawa timur hingga akhirnya<span> </span>untuk kewajiban dua show berikutnya formasi berubah, Rhoma Irama tampil sebagai pemain bass dan menyanyi, sementara gendang dimainkan oleh Ayub.

Untuk menggantikan Kadir dan Herman, Rhoma Irama memilih dua orang pemusik dari Group Band Gavilas dari Banyuwangi yaitu Pongky dan Chovif. Pongky, selanjutnya dikenal sebagai Popong memainkan bass, sedangkan Chovif yang drummer bertugas memainkan gendang menggantikan Kadir.

Suntikan dua musisi rock ini sedikit banyak mempengaruhi penampilan musik Soneta. Ini bisa dilihat pada album berikutnya yaitu Soneta Volume 7 (Santai). Rhoma menyebut album ini sebagai funky dangdut. Hal ini begitu kentara pada lagu Santai yang menampilkan corak musik berbeda dengan musik pada lagu-lagu sebelumnya. Tak lupa Rhoma kembali menyelipkan lagu dakwah di volume ini yaitu lagu Keramat dan Banyak Jalan menuju Roma.

Ditahun ini pula Rhoma Irama dan Soneta merambah dunia perfilman. Berturut-turut Rhoma tampil membintangi film Penasaran dan Gitar Tua. Pada setiap film tersebut dirilis pula album Soundtrack filmnya. (disarikan dari berbagai sumber)



Sajian Khusus Pop Kreatif Indonesia simak setiap harinya mulai pukul 08.00 – 10.00

 Dutaswara  info—Musik pop kreatif Indonesia sebagaimana dilansir berbagai tulisan disebut sebagai music pop yang memiliki keunikan dalam ritme, melodi, harmoni, intrumen, gaya dan lirik karena keterpaduannya dengan gaya music yang lain seperi klasik, rock, jazz dan lain lainnya. 
Industri Pop kreatif mulai berkembang di Indonesia sejak medio tahun 1980-an. Dalam perjalanannya penggemar musik pop kreatif ini pun makin banyak. Dari sebelumnya mereka hanya dikenal di kalangan terbatas di tempat-tempat seperti kafe atau lounge, sekarang ini sudah banyak ditampilkan di panggung terbuka di hadapan ribuan penonton.
Geliat munculnya  pop kreatif ini mengingatkan pada fenomena yang terjadi pada dekade 1980-an. Pada waktu itu, kejenuhan terhadap musik pop standar  ini memicu tumbuhnya kelompok-kelompok musisi pop kreatif.
Band-band fusion, macam Krakatau dan Karimata, dan para musisi seperti Fariz RM, Dian Pramana Poetra, dan Elfa Secioria serta masih banyak musisi musisi beken lainnya yang mendominasi ranah pop dengan lagu dan musik yang bernas, berkualitas, tetapi tetap mudah dicerna dan sudah menjadi mainstream pada zamannya.
Untuk itu supaya jangan ketinggalan informasi perkembangan dan lagi lagu terbaru beraliran pop kreatif musisi Indonesia terus simak setiap harinya mulai pukul 08.00 – 10.00 hanya di radio dutaswara 102.1 FM . (dts)



Goyang KOPI DANGDUT Lagu Lagu Dangdut Pilihan Setiap Hari Pukul 10.00 - 12.00 Wib

Dutaswara info—Musik yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Musik yang sangat merakyat ini juga sebagai salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi).
Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.
Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.
Aliran Musik Dangdut yang merupakan seni kontemporer terus berkembang dan berkembang, pada awal mulanya Irama Dangdut Identik dengan Seni Musik kalangan Kelas Bawah dan memang aliran seni Musik Dangdut ini merupakan cerminan dari aspirasi dari kalangan Masyarakat kelas bawah yang mempunyai ciri khas kelugasan dan Kesederhaan nya.
Ketenaran musik dangdut semakin meningkat dengan terbentuknya Grup Soneta di tahun 1973. Soneta merupakan grup atau orkes melayu yang dipelopori oleh Rhoma Irama. Sound of Moslem dan Raja Dangdut merupakan julukan yang diberikan masyarakat kepada Rhoma Irama dan grupnya.
Maka pada jaman 1990 mulailah era baru lagi yaitu Musik Dangdut yang banyak dipengaruhi musik Tradisional yaitu Irama Gamelan yaitu Kesenian Musik asli budaya jawa maka pada masa ini Musik Dangdut mulai berasimilasi dengan Seni Gamelan, dan terbentuklah suatu aliran musik baru yaitu Musik Dangdut Camputsari atau Dangdut Campursari. Meski Musik dangdut yang lebih Original juga masih exist pada masa tersebut.
Pada masa 1980-1990, bermunculan penyanyi-penyanyi dan musisi dangdut yang berbakat dan mendapatkan penggemar sangat banyak. Pada masa ini mulai terdapat upaya dari musisi dangdut untuk membawa dangdut ke arah yang lebih terhormat. Evie Tamala mendendangkan musik dangdut di Amerika Serikat. Ia membuat video klip lagunya di negara tersebut. Stasiun televisi di Indonesia mulai menampilkan dangdut sebagai tayangannya.
Pada masa 2000 an, musik dangdut tidak dapat dipandang lagi sebagai musik kampungan. Berbagai peristiwa dan acara terhormat mulai menampilkan musik dangdut. Tayangan utama di stasiun televisi menampilkan musik dangdut. Kafe-kafe terkenal tidak segan menampilkan musik dangdut.
Dan saat ini Musik dangdut sudah menjangkau segala kalangan Masyarakat dari kalangan kelas bawah samapai kalangan menengah dan kelas ataspun sudah mulai ketagihan dengan Seni Musik Dangdut ini. Hingga Musik dangdut pun sudah merambah di dunia Diskotik yang sudah memutar Musik Dangdut sebagai Musik wajibnya, Dan sudah tak asing lagi saat ini Banyak Stasiun Radio yang menamakan dirinya sebagai Stasiun Radio Dangdut bahkan Stasiun Telivisi Dangdut Indonesia, karena kecintaan masyarakat dengan Irama Musik dangdut ini.
Maka tidak bisa dipungkiri Irama Musik dangdut ini bisa dibanggakan menjadi Musik Asli Indonesia. Dan akhirnya Musik Asli Dangdut Indoensia sudah merambah ke Dunia Internasional antara lain Musik dangdut ini sudah masuk ke negara Jepang yang mulai gandrung dengan Musik Dangdut ini yang menwa kebanggaan kita akan Musik Dangdut Musik Asli Indonesia kita tercinta ini. Untuk itu setiap hari Radio Dutaswara 102.1 FM mengemasnya dalam dua program sajian music dangdut yakni  di jam 10.00 – 12.00 pada segmen Kopi Dangdut dipandu oleh rekan penyiar Faisal dan mulai pukul 15.30 – pukul 17.00 Wib dipandu oleh penyiar Lilis dalam program Dangdut Campuran.  (disarikan dari berbagai sumber)


Jumat, 28 Oktober 2016

Program Kami

Dutaswara info--Dipancarkan secara luas dari Jalan Lintas Rawa Jitu Kampung Suka Bakti Gunung Tiga Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang Barat Radio Dutaswara  102.1 FM  senantiasa siap setia menemani anda di dalam beraktivitas.

Dengan daya  pancar yang luas dan siaran yang jernih kami menyuguhkan aneka sajian music yang menghibur mulai dari   pop kreatif, dangdut, house music, tembang kenangan . Tidak ketinggalan juga suguhan music music khas daerah Lampung, tarling pasundan dan campur sari .


Untuk lebih pasnya  ikuti  terus dutaswara 102.1 FM setiap harinya mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB. Dipandu oleh penyiar Lilis, Meliana dan Faisal.